Sabtu, 22 Juli 2017

BUNGA ABADI


Pagi ini begitu cerah , udara diluar sana begitu sejuk , angin berhembus melewati jendela kamar ku , suara burung yang mengiasi pagi ini membuat aku menjadi semangat untuk aktifitas ku ini .  “ selamat pagiiiii , udara seger banget si bikin makin happy deh “ ujar ku menyambut pagi .
Hari ini awal aku masuk sekolah dan memulai memasuki ujian nasional , entah beberapa hari ini aku merasa sangat bahagia setiap kali aku ingin pergi sekolah , selalu ada yang membuat ku menunggu disekolah . tiba disekolah “ hayyy guys selamat pagi “ sapa ku terhadap teman ku , “ pagi naaaa, happy banget si hari ini “ ujar devi teman sekelas ku . “ iya dong harus happy , galau mulu bikin ga sehat hehe “ ujar ku , “ saae lu na “ ujarnya . aku memulai belajar dengan rasa gembira menunggu moving class , karena kan emang biasanya sekolah ku itu moving class . bel moving class pun berbunyi , setelah aku keluar kelas ada yang memanggil ku dari kejauhan “ anaaaaaaaa” ridwan memanggilku .
Ridwan adalah sosok laki laki yang sangat aku kenal baik , entah dari kapan setiap dia mengihilang aku mulai cemas, saat itu memang aku sangat menyukainya dia laki laki pertama yang membuat ku selalu bahagia dipagi hari, sapaanya yang tak pernah berhenti menyapa ku , “ selamat pagi cantikuuuu” sapanya , “ pagiii juga gantengkuu” ujarku, “ aku kekelas yaa biee , nanti istirahat tunggu kelas aku mau ngasi sesuatu” ucapnya . aku mulai penasaran apa yang mau di kasih sama aku , spesial kah ? aku mulai bertanya tanya ternyata hanya ingin memberi bekal yang dimasak untukku . dia selalu memberikan hal sederhana yang membuat ku bahagia . kami selalu menghabiskan waktu bersama penuh dengan keceriaan tawa dan canda .
Pada suatu hari aku merasa ada yang aneh mengapa ridwan sangat lama membalas pesan singkatku ini , padahal aku menunggunya “ kamu dimana ?” ucapku namun pesan itu tak kunjung dia baca , beberapa jam kemudian “keluar dong aku depan rumah kamu “ balasnya . tiba ku diluar dia membawakan bunga dan boneka yang aku suka “ aku sayang kamu , maaf ya aku lama bls pesan mu aku nyiapin ini buat kamu bie , bunga ini pasti bakalan layu , tapi aku janji cinta aku sayang aku ga akan layu buat kamu , setia aku cuman buat kamu, aku bakalan buktiin kita bisa sampai tiba waktunya , jangan khawatirkan aku aku selalu bersama kamu “ ucapnya yang membuat ku sangat bahagia “ makasih wan , aku akan jaga semuanya apa yang udah kamu kasih ke aku , termasuk sayang ini hati ini “ ucapku .
Pada malam itu juga ridwan pamit untuk pergi bersama teman temannya ke puncak, namun hati ini bgtu amat sangat berat untuk mengizinkannya , aku melarangnya namun ia tetap pergi . aku mulai cemas karna pada saat itu ia mulai sangat berubah . aku selalu berdoa “ tuhan jaga penyemangatku , aku sangat cemas “ hatiku mulai mendengkur , ku lihat handphone ku “ sayang aku kangen i love you “ pesan terakhir untukku darinya . ku mulai membacanya “ kamu dimana wan ? kabarin aku terus ya aku khawatir “ pesanku tidak terkirm kenapa ini ada apa , apa yang terjadi , 03.00 aku mulai kembali tidur .
06.30 aku belum mendapat kabar darinya aku berangkat kesekolah penuh dengan sendu diwajahku . “na kenapa biasanya happy sedih bgt “ ujar temanku “gpp ridwan ga ada kabar smlm kepuncak “  jawabku, “tenang nanti dikabarin ko “ ujar temanku menenangkan ku . 10.30 “na na anaaa “ teriakan temanku “ kenpa pi ada apa “ jawab ku . “ aktifin hp lo sekarang “ ujarnya . 10.30 “na ridwan meninggal dirs kecelakaan “ pesan singkat dari temannya . aku mulai tidak bisa berfikir aku hanya diam , aku mulai lemas mata ini bgtu ingin menutup , rasanya redup , kakiku lemas , fikiranku mulai kacau , aku berteriak “ ridwaaaann , ini ga mungkin “ teriakku sambil menangis , “ sabar na , kita cari kebenaran ini sama sama “  temanku menenangkan ku .seorang guru mendatangkan ku memeluk ku dan berkata “ sabar nak , ini semua udah jalan allah “ ucap salah satu guru . aku benar benar kacau mama dan papa ku sudah menjemput ku disekolah , mereka memelukku dan membawa ku kerumah duka . sesampainya disana aku melihat ridwan terbujur kaku dihadapanku , semua orang melihatku penuh dengan kesedihan . ku buka kain yang menutupi wajahnya ku bisikan ditelingannya “ bie aku ada disini disamping kamu , bangun sayang aku tau ini hanya bercanda bie bangun bie , katanya kamu kangen aku , aku disini bieee banguuuunnnnnn ridwaaannnn banguuuuunnnnnn sayang jangan tinggalin akuuuu sendiriii “ histerisku melihatnya terbujur kaku , aku melihat wajahnya penuh dengan kesedihanku .  ku usapkan rambutnya wajahnya berharap dia bangun . “ sayang bangun banyak orang disini kamu jangan tidur terus “ ujarku . papaku memelukku  “ sayang sudah ya alm ingin segera dikuburkan “ ucap papaku . “pah jangan aku masih ingin disini aku ingin menemaninya pah “ ujarku , “iyah sayang nanti kita temenin ya lewat doa , kamu sayang dia , dia pasti sedih lihat kamu seperti ini “ ujar papa ku .
Tiba dipemakaman aku hanya menangis melihat papan batu nisan  atas namanya . hati ini kehidupan ini penyemangat ini telah hilang . bagaimana bisa aku hidup tanpanya . aku melihat nya memandangiku dan berkata “ tetaplah semangat sayang, aku akan selalu menjaga mu jangan bersedih “ rasanya aku melihat senyuman yang bgtu ikhlas untukku .
Selamat jalan penyemangatku hidup ini akan terus semangat meski kau tidak ada . cinta ini akan terus ada untuk mu .  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar